Metode Perhitungan Break Even Point

Analisis titik impas adalah analisis yang digunakan untuk mengukur tingkat keseimbangan antara biaya, volume dan penjualan agar perusahaan tidak mengalami untung maupun rugi. Perhitungan break even point menurut Henry Simamora (2002:183) dapat menggunakan Komputasi Titik Impas dengan menggunakan tiga metode sebagai berikut:

Metode Persamaan (Equation Method)

Titik impas dapat di tentukan secara matematis atau secara grafis, dan dapat pula dinyatakan dalam unit penjualan maupun rupiah penjualan. Ancangan matematis dengan memakai metode persamaan (equation method) adalah berdasarkan pada laporan laba rugi dengan format marjin kontribusi seperti berikut:

 

 

Penjualan – jumlah biaya = biaya bersih

atau

Penjualan – biaya variabel – biaya tetap = laba bersih

atau

Penjualan = biaya variabel + biaya tetap + laba bersih.

 

Pada titik impas, laba bersihnya tentu saja nol. Oleh karena itu, titik impas dapat dihitung dengan mencari titik dimana penjualannya sama dengan jumlah biaya variabel ditambah biaya tetapnya.

 

 

 

 

 

 

Metode Kontribusi Unit (Unit Contribution Method)

Metode kontribusi unit sebenarnya merupkan variasi variabel metode persamaan. Metode ini terfokus pada gagasan bahwa setiap unit yang terjual memberikan suatu jumlah marjin kontribusi tertentu yang akan menutupi biaya tetap. Untuk mencari titik impas, jumlah biaya tetap harus di bagi dengan marjin kontribusi dihasilkan oleh setiap unit yang terjual.

 

 

Untuk mengetahui titik impas penjualan (dalam rupiah), maka perhitungannya adalah:

 

 

Metode Ancangan Grafis (Graphic Approach)

Grafik kerap dibuat agar para manajer dapat memvisualisasikan titik impas dari profitabilitas dari bermacam-macam kombinasi pendapatan dan biaya dalam kisaran volume penjualan tertentu. Ancangan grafis ini terutama berfaedah bagi para manajer dalam mengevaluasi dampak perubahan tingkat volume di masa silam atau volume penjualan yang diproyeksikan pada masa yang akan datang. Dengan memakai grafis, menajer dapat menghindari perhitungan-perhitungan matematis yang setiap kali diperlukan pada waktu tingkat penjualan yang berbeda tengan dipertimbangkan.

Pada grafik titik impas, tingkat volume atau aktivitas biasanya diperlihatkan oleh sumbu/aksis horizontal, dan jumlah rupiah penjualan serta biaya diperlihatkan oleh sumbu vertical. Garis garis kemudian ditarik untuk menunjukkan biaya tetap, jumlah biaya, dalam pendapatan. Titik impas terletak pada perpotongan antara garis pendapatan dan garis biaya. Kerugian terletak pada bidang sebelah kiri titik impas, sedangkan bidang sebelah kanan adalah keuntungan.

Sedangkan menurut Menurut Mulyadi (2001:233) ada dua cara menentukan impas: pendekatan teknik persamaan dan pendekatan grafis. Penentuan impas dengan teknik persamaan dilakukan dengan mendasar pada persamaan pendapatan sama dengan biaya ditambah laba, sedangkan penentuan impas dengan pendekatan grafis dilakukan dengan cara mencari titik potong antara garis pendapatan penjualan dan garis biaya dalam suatu grafik yang disebut grafik impas.

Related Posts