Hati-Hati! Apa Itu Magic Mushroom Dan Inilah Bahayanya!

 

Magic mushroom adalah berbagai jenis jamur genus psilocybin yang tumbuh di alam liar khususnya di daerah yang lembab dan di sekitar tinja dari hewan-hewan herbivora liar yang telah diproses bakteri-bakteri. Jamur ini memiliki efek halusinasi jika dikonsumsi. Selain didapat dari alam liar banyak juga yang didapat dari hasil penanaman dan pemeliharaan disengaja oleh manusia secara illegal (tergantung hukum di negara yang bersangkutan).

Walaupun tempat tumbuhnya jamur ini oleh sebagian besar orang dianggap sangat menjijikkan, yaitu di kotoran sapi atau di kotoran banteng, akan tetapi tempat tumbuhnya itu tidak membuat jamur tersebut kehilangan penggemarnya. Karena jamur dari genus Psilocybe mempunyai efek halusinasi. Psilocybe Cubensis ini mengandung psilosibina dan psilosina yang termasuk ke dalam psikotropika golongan I. Efek penggunaan jamur ini sama dengan efek menggunakan psikotropika jenis heroin atau LSD. Senyawa yang terkandung dalam jamur ini, di dalam tubuh akan cepat hilang dan hanya akan terdeteksi dalam kurun waktu tiga hari hingga seminggu.

Kandungan dari magic mushroom yg menyebabkan efek halusinasi adalah senyawa psilocybin (precursor senyawa psilocin yang dihasilkan setelah proses pencernaan), psilocin (senyawa aktif psychedelic), dan terkadang juga mengandung senyawa tryptamine (juga merupakan senyawa aktif psychedelic). Lama dari tripping yg dihasilkan oleh jamur ini berkisar antara 5-8 jam tergantung dari kuantitas yg dikonsumsi.

Pada zaman dahulu, jamur ini digunakan sebagai sumber inspirasi dalam pembuatan kesenian batu pada zaman prasejarah di Afrika Utara. Beberapa lukisan batu mesolitik yang telah diidentifikasi oleh Giorgio Samorini sebagai perwujudan ketuhanan atau ritual (shaman) dari penggunaan mushroom tersebut. Spesies halusinogenik dari psilocybin mushroom juga telah lama digunakan oleh penduduk asli Mesoamerika dalam pertemuan agama, ritual ketuhanan, dan penyembuhan dari masa pre-Columbia hingga saat ini. Disayangkan, saat ini mushroom sering disalahgunakan, khususnya oleh para remaja dengan tujuan non-medis agar dapat mengubah suasana hati (mood), mengubah persepsi diri dan atau dunia sekeliling, memperoleh sensasi dan pengalaman baru serta untuk meningkatkan kemampuan fungsi spesifik di bidang sosial dan seksual.

Berikut efek-efek yang dapat ditimbulkan setelah mengkonsumsi magic mushroom tersebut :

  • Halusinasi penglihatan seperti melihat segala objek yg menjadi cair dan bercahaya seperti mengeluarkan aura yg berwarna-warni, terlihat seperti bernafas, serta munculnya bayang-bayang yg berbekas (trailing) pada objek-objek yang bergerak.
  • Halusinasi pendengaran seperti munculnya perasaan mampu untuk melihat suara-suara atau mendengarkan warna-warni (synesthesia) serta mampunya mendengarkan bunyi-bunyian secara jelas dan mendalam
  • Perubahan emosi yang tidak dapat diprediksi misalnya menjadi gembira, merasa mendapatkan pengalaman spiritual, terkagum-kagum (good trip), depresi, sedih, atau takut (bad trip)
  • Peka terhadap memori-memori masa lalu
  • Merasa berhubungan batin dengan orang2 lain disekitarnya atau bahkan dengan alam lingkungannya
  • Merasa terkoneksi dengan alam semesta atau tingkat kehidupan lain yg lebih tinggi dari kehidupan duniawi.

Antara lain magic mushroom ini dapat menimbulkan efek yang sangat berbahaya bagi si pemakai , seperti :

  1. Pada otak : kenangan masa lalu akan bangkit, khususnya pengalaman buruk, dapat juga menimbulkan mimpi buruk seperti di neraka. Pemakaian terus menerus dapat menyebabkan kerusakan dan kematian sel otak secara permanen.
  2. Pada lidah : menyebabkan kelakuan dan gangguan sensitifitas lidah sehingga mengakibatkan sulit menelan.
  3. Pada mata : terjadi gangguan persepsi penglihatan sehingga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.
  4. Pada pencernaan : terjadi kekacauaan yang mengakibatkan mual dan muntah-muntah yang tak tertahankan,sehingga menimbulkan dehidrasi(kekurangan cairan) dan gangguan keseimbangan cairan tubuh yang dapat menimbulkan kematian.

Tumbuhan magic mushroom tidak secara sengaja di budidayakan oleh para peternak sapi, melainkan tumbuhan ini tumbuh sendiri pada kotoran sapi tersebut. Banyak peternak sapi yang tidak tahu kegunaan serta efek jamur tersebut, mereka biasa membuang kotoran tersebut atau tidak di jadikan bahan untuk pupuk. Namun banyak pengedar yang memanfaatkan ketidaktahuan dari para peternak sapi untuk meminta jamur tersebut lalu menjualnya kembali.

Tidak sedikit para pengedar atau penjual magic mushroom ini menjualkan barang dagangan nya secara terang-terangan.Pengedar dan penjual magic mushroom di bali mereka membuka warung di pinggiran-pinggiran jalan umum. Banyak juga pengedar yang mengedarkan barangnya di media jual beli online .

Magic Mushroom ini sering di jual di daerah-daerah kawasan wisata, khususnya kawasan pantai, para pedagang itu menjual harga per bungkus berkisar antara Rp. 25.000,- s/d 35.000,- saat sedang musim. Adapun bila sedang tidak musim, harganya bisa mencapai Rp. 60.000,- per bungkus. Idealnya, 1 bungkus dapat membuat mabuk 3 orang. Namun hal itu kembali mengacu kepada dosis pemakaian, metode penggunaan, dan metabolisme perorangan. Metode paling lazim dalam mengkonsumsinya saat ini yaitu dengan mencampur hasil jamur yang telah di-blender dengan teh, lalu diminum. Adapun cara mengkonsumsi yang lebih unik adalah mencampurnya dengan nasi goreng atau martabak telur. Biasanya efek akan terasa setelah 20-40 menit jamur dikonsumsi

Related Posts